Rabu, 02 Juli 2014

9 Ringkasan Riwayat Pendidikan Tokoh di Indonesia



9 RINGKASAN RIWAYAT PENDIDIKAN TOKOH di INDONESIA
*By ; M Jadid Khadavi, M.Si

1.     Amin Rais : Studinya dilanjutkan pada tingkat Master bidang Ilmu Politik di University of Notre Dame, Indiana, dan selesai tahun 1974. Dari universitas yang sama juga memperoleh Certificate on East-European Studies. Sedangkan gelar Doktoralnya diperoleh dari University of Chicago, Amerika Serikat (1981) dengan mengambil spesialisasi di bidang politik Timur Tengah dan selesai tahun 1984. Disertasinya yang cukup terkenal, berjudul: The Moslem Brotherhood in Egypt: its Rise, Demise, and resurgence (Organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir: Kelahiran, Keruntuhan dan Kebangkitannya kembali). Program Post-Doctoral Program di George Washington University pada tahun 1986 dan di UCLA pada tahun 1988 pernah pula diikutinya.
2.    Din Syamsuddin : Ia menempuh pendidikan sarjana di IAIN Jakarta, dan kemudian melanjutkan pascasarjana dan doktornya di University of California, Los Angeles (UCLA) di Amerika Serikat.
3.    Amin Abdullah : Pada tahun 1982, dia meraih gelar S1 dari IAIN Sunan Kalijaga. pada tahun 1985, atas sponsor Departemen Agama RI dan Pemerintah Republik Turki, dirinya mengambil Program Ph.D bidang Studi Filsafat di Department of Philosohpy, Faculty of Art and Sciences, Middle East Technical University (METU), Ankara, Turki.disertasinya mengangkat judul “The Idea of University of Ethical Norms in Ghazali and Kant”, yang kemudian diterbitkan di Turki (Antara; Turkiye Diyanet Vakfi) pada tahun 1992. 
4.    Said Agil Siraj : disertasinya di Universitas Ummul Quro Saudi Arabia berjudulShilatullah bil-Kauni fi al-Tashawwuf  al-Falsafi, (Relasi Allah dan Alam: Perspektif Tasawuf) tentang pandangan dan harapannya terhadap dunia tarekat di NU.
5.    Syaf’i Ma’arif : ia melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto, Solo, hingga memperoleh gelar sarjana muda. Setamat dari Fakultas Hukum, ia melanjutkan pendidikannya ke IKIP Yogyakarta, dan memperoleh gelar sarjana sejarah.
Selanjutnya bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini, terus meneruskan menekuni ilmu sejarah dengan mengikuti Program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.
6.    Ahmad Zahro : Doktor Hukum Islam pada Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001), dengan disertasi berjudul: LAJNAH BAHTSUL MASAIL NAHDLATUL ULAMA 1926-1999 (Telaah Kritis Terhadap Keputusan Hukum Fiqh) dan telah diterbitkan dalam bentuk buku oleh LKiS Yogyakarta dengan judul TRADISI INTELEKTUAL NU
7.    Malik Fajar : menyelesaikan studinya di Pendidikan Guru Agama Atas (PGAA) adalah dengan melanjutkan pendidikannya di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang dan berhasil meraih gelar sarjananya di tahun 1972. Awalnya beliau hanya memulainya dengan mengambil pendidikan sebagai sarjana muda ditahun 1963. Pada tahun 1981, beliau meraih gelar Master of Science di Department of Educational Research, Florida State University, Amerika Serikat.
8.    Azyumardi : Setelah lulus dari IAIN Fakultas Tarbiyah di Jakarta, Azyumardi Azra melanjutkan pendidikannya ke Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah di Universitas Columbia. Pendidikan tersebut mendapat bantuan dari beasiswa Fullbright pada tahun 1988. Azyumardi Azra pun memperoleh beasiswa Columbia President Fellowship pada tahun 1989 yang membuatnya berkesempatan  untuk belajar di fakultas sejarah pada universitas yang sama. Azyumardi Azra juga mendapatkan gelar master filosofi dari Universitas Columbia pada tahun 1992. Selain itu, gelar doktor filosofi juga telah didapatkan melalui disertasi yang berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Disertasi tersebut telah dipublikasikan di Canberra, Honolulu, dan juga Leiden di Belanda.
·         S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta
·         S2 di Language and Culture of Eastern Department, Columbia University (1988)
·         S2 di History Department, Columbia University (1989)
·         Master of Philosophy dari Columbia University (1990)
·         Doctor of Philosophy dari Columbia University

9.    Nurcholis Madjid : Selepas Gontor, Nurcholish pergi ke Jakarta untuk melanjutkan pelajaran di Institut Agama Isam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sekarang Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dia memilih Fakultas Adab (sastra dan peradaban) tempat dia memperoleh gelar sarjana pada 1968. Nurcholish menulis skripsi berjudul: “Al Quran: Arab dalam Kata, Universal dalam Makna”. Selama menjadi mahasiswa di IAIN dan sampai beberapa tahun kemudian, Nurcholish sering mendengar khutbah Jumat di Masjid Al Azhar, Jakarta. Khatib favoritnya adalah Buya Hamka, ulama sufi modern Indonesia, memenuhi kerinduannya akan tradisi tarekat di kampungnya. Melalui Hamka dia diperkenalkan pada gagasan Ibn Taimiyah, yang kelak akan menjadi subjek disertasi doktornya di Universitas Chacago, Amerika Serikat: “Ibn Taymiyyah on Kalam and Falsafa: A Problem of Reason and Revelation in Islam”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar