9 RINGKASAN RIWAYAT PENDIDIKAN TOKOH di INDONESIA
*By ; M Jadid Khadavi, M.Si
1. Amin
Rais : Studinya dilanjutkan pada tingkat Master bidang Ilmu Politik
di University of Notre Dame, Indiana, dan selesai tahun 1974. Dari universitas
yang sama juga memperoleh Certificate
on East-European Studies. Sedangkan gelar Doktoralnya diperoleh dari
University of Chicago, Amerika Serikat (1981) dengan mengambil spesialisasi di
bidang politik Timur Tengah dan selesai tahun 1984. Disertasinya yang cukup
terkenal, berjudul: The Moslem
Brotherhood in Egypt: its Rise, Demise, and resurgence (Organisasi Ikhwanul Muslimin di
Mesir: Kelahiran, Keruntuhan dan Kebangkitannya kembali). Program Post-Doctoral Program di George Washington University pada
tahun 1986 dan di UCLA pada tahun 1988 pernah pula diikutinya.
2. Din
Syamsuddin : Ia menempuh pendidikan
sarjana di IAIN Jakarta, dan kemudian melanjutkan pascasarjana dan doktornya di University of California, Los
Angeles (UCLA) di Amerika
Serikat.
3.
Amin Abdullah : Pada tahun 1982, dia meraih gelar S1 dari IAIN Sunan
Kalijaga. pada tahun 1985, atas
sponsor Departemen Agama RI dan Pemerintah Republik Turki, dirinya mengambil
Program Ph.D bidang Studi Filsafat di Department of Philosohpy, Faculty of Art
and Sciences, Middle East Technical University (METU), Ankara, Turki.disertasinya
mengangkat judul “The Idea of University of Ethical Norms in Ghazali and Kant”,
yang kemudian diterbitkan di Turki (Antara; Turkiye Diyanet Vakfi) pada tahun
1992.
4.
Said Agil Siraj : disertasinya di
Universitas Ummul Quro Saudi Arabia berjudul�Shilatullah
bil-Kauni fi al-Tashawwuf al-Falsafi,� (Relasi Allah dan
Alam: Perspektif Tasawuf) tentang pandangan dan harapannya terhadap dunia
tarekat di NU.
5.
Syaf’i
Ma’arif : ia melanjutkan pendidikannya ke
Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto, Solo, hingga memperoleh gelar sarjana
muda. Setamat dari Fakultas Hukum, ia melanjutkan pendidikannya ke IKIP
Yogyakarta, dan memperoleh gelar sarjana sejarah.
Selanjutnya bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini, terus meneruskan menekuni ilmu sejarah dengan mengikuti Program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.
Selanjutnya bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini, terus meneruskan menekuni ilmu sejarah dengan mengikuti Program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.
6.
Ahmad Zahro : Doktor Hukum Islam pada Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
(2001), dengan disertasi berjudul: LAJNAH BAHTSUL MASAIL NAHDLATUL
ULAMA 1926-1999 (Telaah Kritis Terhadap Keputusan Hukum Fiqh) dan
telah diterbitkan dalam bentuk buku oleh LKiS Yogyakarta
dengan judul TRADISI INTELEKTUAL NU
7.
Malik Fajar : menyelesaikan studinya di
Pendidikan Guru Agama Atas (PGAA) adalah dengan melanjutkan pendidikannya di
Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang dan berhasil meraih gelar sarjananya
di tahun 1972. Awalnya beliau hanya memulainya dengan mengambil pendidikan
sebagai sarjana muda ditahun 1963. Pada tahun 1981, beliau meraih gelar Master
of Science di Department of Educational Research, Florida State University,
Amerika Serikat.
8.
Azyumardi :
Setelah
lulus dari IAIN Fakultas Tarbiyah di Jakarta, Azyumardi Azra melanjutkan
pendidikannya ke Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah di Universitas
Columbia. Pendidikan tersebut mendapat bantuan dari beasiswa Fullbright pada
tahun 1988. Azyumardi Azra pun memperoleh beasiswa Columbia President
Fellowship pada tahun 1989 yang membuatnya berkesempatan untuk belajar di
fakultas sejarah pada universitas yang sama. Azyumardi Azra juga mendapatkan
gelar master filosofi dari Universitas Columbia pada tahun 1992. Selain itu,
gelar doktor filosofi juga telah didapatkan melalui disertasi yang berjudul The
Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and
Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Disertasi
tersebut telah dipublikasikan di Canberra, Honolulu, dan juga Leiden di
Belanda.
·
S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta
·
S2 di Language and Culture of Eastern Department, Columbia University
(1988)
·
S2 di History Department, Columbia University (1989)
·
Master of Philosophy dari Columbia University (1990)
·
Doctor of Philosophy dari Columbia University
9. Nurcholis
Madjid : Selepas
Gontor, Nurcholish pergi ke Jakarta untuk melanjutkan pelajaran di Institut
Agama Isam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sekarang Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dia memilih Fakultas Adab (sastra
dan peradaban) tempat dia memperoleh gelar sarjana pada 1968. Nurcholish
menulis skripsi berjudul: “Al Quran: Arab dalam Kata, Universal dalam Makna”.
Selama menjadi mahasiswa di IAIN dan sampai beberapa tahun kemudian, Nurcholish
sering mendengar khutbah Jumat di Masjid Al Azhar, Jakarta. Khatib
favoritnya adalah Buya Hamka, ulama sufi modern Indonesia, memenuhi
kerinduannya akan tradisi tarekat di kampungnya. Melalui Hamka dia
diperkenalkan pada gagasan Ibn Taimiyah, yang kelak akan menjadi subjek
disertasi doktornya di Universitas Chacago, Amerika Serikat: “Ibn Taymiyyah on Kalam and Falsafa: A Problem of
Reason and Revelation in Islam”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar